
Kadang kita ingin sekali menyejukkan hati yang sumpek. Namun bagaimana caranya ? Allah telah menuntun kita untuk menyegarkan diri sebelum menghadapinya di dalam shalat yaitu dengan cara berwudhu. Mungkin dengan cara berwudhu hati kita akan sejuk dari sebelumnya dan menyegarkan fikiran. Para sufi selalu tersenyum walau dalam keadaan bersedih sekalipun. Senyuman mereka adalah datang dari pancaran sinar ilahiyah. Walau ia tidak mempunyai sedinar, ia tetap mengucapkan Allhamdulillah. Walau ia dalam keadaan dipapah sekalipun ia masih mengucapkan Alhamdulillah. Semuanya hanya pujian untuk sang khalik semata. Ini terjadi karena kedekatan ia dengan sang Rahman. Hidup qanaah jadi pilihan. Salah seorang sufi berbicara kepada saya, yang penting kaya hati daripada kaya harta. Karena kaya hati bisa bahagia. Namun kaya harta bisa tenggelam dalam kesombongan walau tadinya si orang itu tidak sombong.
Indahnya hidup bila bersandingkan dengan kekasih abadi yaitu Allah. Hidup senang ataupun susah tidak terlihat. Yang ada pancaran senyum yang memesonakan hati. Memang iman kita kadang naik dan kadang turun. Hal itu disebabkan kita terlalu memikirkan beban yang berat. Padahal beban yang berat bisa kita selesaikan dengan kemampuan. Kemampuan itu harus dimbangi oleh kedekatan spiritual. Dengan diimbangi kedekatan spiritual maka kemampuan kita seolah-olah datang dari sang Maha Zat. Untuk itu dalam setiap pekerjaan kita harus memulai dengan namanya bismillahirahmanirrahim. Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang baik apabila setiap pekerjaan kita mengingat namaNya. Nama-nama yang agung seaggung jagad raya yang dipenuhi oksigen. Dimana setiap insan bisa menghirup udara tanpa satu perak untuk membayarnya.
Ya Allah aku ingin sekali menjadi kekasihMu. Diperhatikan di dalam setiap ruang dan waktu. Ya Rahman kasihilah aku dikala aku susah. Ya Rahim aku tidak akan melupakanMU dikala aku senang. Aku ingin setia bersamaMu. Hingga sakaratul maut meradang di jiwa.
0 Komentar