Diri ini terbebas dari jiwa statis apabila kening kita menempel ke bumi Allah. Bacaan yang sungguh estetis yaitu subhana rabiyal a'la wa bi hamdihi. Dimana secara lisan dan hati manusia sudah mengakui bahwa tuhanlah yang paling tinggi diatas urusan dunia. Maka patutlah bagi khalayak insan untuk memuji keagungan, kasih sayang, dan ketulusanNya. Walaupun sang Khalik tidak minta suatu apapun dari diri sang dhaif(manusia).

Tarian darwish Rumi bukan analogi untuk merasiokan Tuhan. Akan tetapi menyatukan seni dan agama untuk mencapai derajat makrifat. Sebelum pada tingkat makrifat maka syariat akomodasi utama untuk melangkah ke arahnya. Memperhatikan taqwa, sunnah, dan cara hidup sang Pembawa Risalah Tuhan merupakan tatanan syariah baku untuk bercinta dengan Al-Malik. Sungguh indah memang bila emanasi beragama untuk menuju satu titik yaitu mencapai Pecinta Tuhan yang sejati
0 Komentar